
PURBALINGGA – SMK Negeri Jateng di Purbalingga memperingati Hari Anak Nasional tahun 2026 dengan menggelar upacara bendera di lapangan sekolah, Kamis (23/7/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB dan diikuti seluruh Bapak/Ibu guru, karyawan, serta siswa kelas X dan kelas XI.
Upacara yang berlangsung khidmat ini mengusung semangat kampanye pemenuhan hak dan perlindungan anak. Bendera Merah Putih dikibarkan tepat pukul 07.00 WIB diiringi lagu Indonesia Raya.
Dalam amanatnya, pembina upacara menegaskan pentingnya peran sekolah dalam menjamin hak anak untuk tumbuh, berkembang, dan belajar dengan aman dan nyaman. Hak untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, perlindungan dari kekerasan, serta ruang berekspresi menjadi poin utama yang disampaikan.
“Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial. Ini momentum bagi kita semua, guru, orang tua, dan masyarakat sekolah untuk memastikan setiap anak di SMK N Jateng Purbalingga mendapatkan haknya dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan, perundungan, dan eksploitasi,” tegas pembina upacara di hadapan peserta.
Suasana upacara terlihat antusias. Siswa kelas X dan XI mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Beberapa siswa juga didaulat menjadi petugas upacara, mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, hingga pembaca naskah.
Pembina upacara menyampaikan bahwa peringatan ini juga menjadi pengingat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak. Berbagai program seperti konseling, pojok pengaduan, dan kegiatan ekstrakurikuler positif terus digencarkan.
“Anak adalah generasi penerus. Melalui upacara ini kami ingin menanamkan bahwa sekolah adalah rumah kedua yang aman bagi mereka untuk berprestasi dan berkarakter,” ujarnya usai upacara.
Peringatan Hari Anak Nasional di SMK N Jateng Purbalingga ditutup dengan doa bersama dan yel-yel “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” yang diserukan seluruh peserta.
Dengan kegiatan ini, SMK N Jateng di Purbalingga berharap dapat terus menjadi sekolah yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perlindungan terhadap anak.



