Kajian Jum’at Mengaji

Jum’at, 01 Jumadal Ula 1447 H / 24 Oktober 2025 M
Masjid Ar-Ridho SMK Negeri Jateng di Purbalingga
Pembicara: Ust. Feri Nuryadi, S.Pd — Direktur Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Ibnu Mas’ud Gemuruh
Tema: Aturan itu Bukan Beban, Tapi Jalan Keberkahan
Kegiatan Jum’at Mengaji kembali diselenggarakan di Masjid Ar-Ridho SMK Negeri Jateng di Purbalingga pada Jumat pagi, pukul 07.00–08.00 WIB. Kajian kali ini mengangkat pembahasan penting tentang etika siswa dalam proses menuntut ilmu, khususnya adab ketika sedang berinteraksi dengan guru dan teman.
Poin-Poin Penting Kajian
Adab duduk saat belajar yang dianjurkan adalah seperti duduk tahiyat awal/akhir atau duduk bersila. Duduk selonjoran atau bersandar bukanlah adab penuntut ilmu.
Keberhasilan seorang pelajar sangat bergantung pada cara ia menghormati guru dan ilmunya.
“Tidak ada orang yang sukses tanpa menghormati gurunya, dan tidak ada yang gagal kecuali karena ia pernah meremehkan gurunya.”
Melukai hati guru dapat menghalangi keberkahan ilmu. Guru dan dokter memiliki kesamaan—keduanya penyembuh: dokter menyembuhkan penyakit tubuh, guru menyembuhkan kebodohan.
Guru wajib dihormati, meskipun mungkin suatu waktu melakukan kekeliruan.
Selalu doakan guru dan orang tua, karena dari keduanya pintu keberkahan ilmu terbuka.
Siswa yang cerdas namun tidak beradab diibaratkan seperti iblis—pintar tetapi durhaka.
Penutup
Melalui kajian ini, para siswa diingatkan kembali bahwa aturan dalam belajar bukan untuk membatasi, tetapi menjadi jalan menuju keberkahan hidup. Menjaga adab adalah pintu utama bagi kemuliaan ilmu dan kesuksesan dunia akhirat.

















